Senyum pada kakak perempuan tetangga yang jauh dari suami.
0
2:48
Kategori:
Kata Kunci:
Larut malam, ketika seluruh lingkungan sunyi, saudara perempuan tetangga diam-diam mengetuk pintu kamarnya. Matanya melamun, tubuhnya membelai dengan gaun tidur tipis, dengan jelas memperlihatkan kulit putihnya yang halus dan lingkaran penuh yang berkibar di setiap tarikan napas. Jauh dari suaminya untuk waktu yang lama, dia tidak bisa menyembunyikan keinginannya yang membara, matanya sepertinya selalu ingin menelannya.
Dia duduk di dekatnya, tangannya yang lembut dan halus menyelinap ke tempat dia terbakar, berbisik di telinganya dengan suara tercekik, membuat seluruh tubuhnya panas. Nafasnya mendesak, pinggangnya lembut saat dia memeluk seluruh tubuhnya di pelukannya, menggerakkan tangannya ke bokong montok. Dia mengerang pelan, dagingnya bergetar dalam gelombang saat dia membawanya ke tempat tidur, tenggelam dalam saat-saat pesona yang tak ada habisnya bersama.
Pada malam seperti itu, hanya dia yang bisa menenangkan nostalgianya, membuat tubuhnya berhenti terbakar karena sudah terlalu lama jauh dari suaminya.
Dia duduk di dekatnya, tangannya yang lembut dan halus menyelinap ke tempat dia terbakar, berbisik di telinganya dengan suara tercekik, membuat seluruh tubuhnya panas. Nafasnya mendesak, pinggangnya lembut saat dia memeluk seluruh tubuhnya di pelukannya, menggerakkan tangannya ke bokong montok. Dia mengerang pelan, dagingnya bergetar dalam gelombang saat dia membawanya ke tempat tidur, tenggelam dalam saat-saat pesona yang tak ada habisnya bersama.
Pada malam seperti itu, hanya dia yang bisa menenangkan nostalgianya, membuat tubuhnya berhenti terbakar karena sudah terlalu lama jauh dari suaminya.
Mungkin Anda Suka?
11:19
2:34
20:07
4:18
2:31
5:00
7:09
1:14